SAMPAH PLASTIK

A.    LATAR BELAKANG
Pada zaman yang terus berkembang seperti saat ini, semakin banyak pula hal-hal dan produk baru yang di keluarkan oleh pihak-pihak tertentu yang menggunakan bahan dasar plastik, atau sekadar untuk membungkus produk tersebut. Seperti hal-nya dalam penggunaan plastik pembungkus make up, pembungkus makanan kemasan, bahkan botol air mineral kemasan yang sedang menjamur di seluruh penjuru dunia juga menggunakan plastik. Sebuah artikel opini yang di tulis seorang Dosen bernama Bara Yudhistira, S.T.P., M. Sc. dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta https://fp.uns.ac.id di laman resmi milik Universitas Sebelas Maret Surakarta https://uns.ac.id dengan judul “LARANGAN BOTOL PLASTIK”. Dalam artikel ini membahas tentang kasus-kasus sampah plastik yang sering di jumpai di kota-kota besar di Indonesia, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti besarnya volume sampah, terbatasnya lahan untuk tempat pembuangan akhir sampah yang diiringi dengan kenaikan jumlah penduduk dan segala aktivitasnya menyebabkan sampah yang dihasilkannya juga mengalami kenaikan yang sangat tinggi. Masalah sampah ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, kebersihan lingkungan, dan lain sebagainya. Hal ini juga disebabkan oleh karena teknik pengolahan sampah yang masih konvensional dan kurangnya fasilitas pendukung untuk mengolah sampah-sampah tersebut menjadi lebih bermanfaat dan bernilai.
B.     TUJUAN ARTIKEL ILMIAH
Artikel opini yang di tulis seorang Dosen bernama Bara Yudhistira, S.T.P., M. Sc. dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta https://fp.uns.ac.id yang bertujuan untuk menanggulangi sampah plastik sekali pakai yang sulit untuk di uraikan oleh tanah dan air.
C.     PEMBAHASAN
Dalam artikel ini disebutkan rata-rata jumlah sampah yang ada di Kota Surakarta perhari diatas 200 ton, jika memasuki perayaan hari besar seperti hari raya idul fitri ataupun perayaan hari besar agama lain, sampah juga akan naik secara signifikan. Dengan adanya kenaikan sampah yang secara signifikan tersebut, maka butuh perhatian khusus dari institusi dan instansi pemerintahan sebagai contoh kepada masyarakat luas. Dalam program pengurangan sampah yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan Kemenristekdikti dapat menjalankan Instruksi Menristekdikti Nomor 1/M/INS/2019 tentang Larangan Air Minum Berbahan Plastik Sekali Pakai dan/atau Kantong Plastik. Instruksi ini sebgai bentuk tindak lanjut dari gerakan Indonesia Bersih yang diluncurkan oleh Kemenko Kemaritiman dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH), dengan tujuan pengurangan sampah plastik, dan tambahan fasilitas penunjang sangat diperlukan. Seperti pengisian air minum atau SPAM air, pengurangan penggunaan spanduk, backdrop, baliho, dan media iklan lain yang berasal dari bahan dasar plastik. Dan perguruan tinggi dapat menerapkan program green campus terutama dalam penanganan sampah plastik di lingkungan kampus agar kampus menjadi sehat dan bersih. Green campus merupakan sistem pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang ramah lingkungan serta melibatkan warga kampus dalam aktivitas lingkungan yang dapat memberikan manfaat positif bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Terdapat berbagai pilar di dalam program green campus, salah satunya adalah Waste atau yang dimaksud dengan pengolahan dan pemilahan sampah dengan seruan untuk tidak menggunakan botol kemasan plastik  dan menggantinya dengan botol tumblr, tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai dan menggantinya dengan tas totebag, dan lain sebagainya. Hal ini membuat mahasiswa Universitas Sebelas maret Surakarta membuat inovasi baru dengan pembuatan tas plastik biodegradable dengan menggunakan modifikasi limbah plastik polipropilena dengan pati dari limbah kulit pisang, kitosan, dan pecahan limbah genteng sokka menjadi material komposit (PP/PATI/KIT/GLIS/MMt)  biodegradable yang kuat dan tahan bakar yang diunggah pada laman resmi milik Universitas Sebelas Maret Surakarta https://jurnal.uns.ac.id dan mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam membuat inovasi Bioplastik Ramah Lingkungan dengan memanfaatkan Eichhornia crassipes dan artikel ini dapat diakses di laman https://fmipa.uns.ac.id bioplastik ini di beri nama B-CAN (Bioplastics-based on Cellulose Acetate Nanofiber) berwarna bening, lentur, dan mudah terurai dengan lingkungan yang berair ataupun di tanah.
D.    KESIMPULAN
Artikel diatas dapat disimpulkan bahwa semakin hari semakin banyak sampah plastik yang terbuang dan susah untuk diuraikan dalam tanah maupun di dalam air. Inovasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta ini sedikit banyak membantu pengurangan sampah plastik yang terbuang dan susah terurai tersebut, sehingga membuat bumi  lebih terjaga.



Komentar