SAMPAH
PLASTIK
K4319022 AZIZAH NUR
AMALINA Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi https://biologi.fkip.uns.ac.id Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://fkip.uns.ac.id Universitas Sebelas
Maret Surakarta
Tautan laman yang di review:
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
Tautan laman yang di review:
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html
A.
LATAR BELAKANG
Pada
zaman yang terus berkembang seperti saat ini, semakin banyak pula hal-hal dan
produk baru yang di keluarkan oleh pihak-pihak tertentu yang menggunakan bahan
dasar plastik, atau sekadar untuk membungkus produk tersebut. Seperti hal-nya
dalam penggunaan plastik pembungkus make
up, pembungkus makanan kemasan, bahkan botol air mineral kemasan yang sedang menjamur
di seluruh penjuru dunia juga menggunakan plastik. Sebuah artikel opini yang di
tulis seorang Dosen bernama Bara Yudhistira, S.T.P., M. Sc. dari Program Studi
Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret
Surakarta https://fp.uns.ac.id di laman
resmi milik Universitas Sebelas Maret Surakarta https://uns.ac.id
dengan judul “LARANGAN BOTOL PLASTIK”. Dalam artikel ini membahas tentang kasus-kasus sampah plastik yang sering di jumpai di kota-kota besar di Indonesia, ada beberapa
faktor yang mempengaruhi seperti besarnya volume sampah, terbatasnya lahan
untuk tempat pembuangan akhir sampah yang diiringi dengan kenaikan jumlah
penduduk dan segala aktivitasnya menyebabkan sampah yang dihasilkannya juga mengalami
kenaikan yang sangat tinggi. Masalah sampah ini dapat menyebabkan berbagai
masalah kesehatan, kebersihan lingkungan, dan lain sebagainya. Hal ini juga
disebabkan oleh karena teknik pengolahan sampah yang masih konvensional dan
kurangnya fasilitas pendukung untuk mengolah sampah-sampah tersebut menjadi
lebih bermanfaat dan bernilai.
B.
TUJUAN ARTIKEL ILMIAH
Artikel
opini yang di tulis seorang Dosen bernama Bara Yudhistira, S.T.P., M. Sc. dari
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas
Maret Surakarta https://fp.uns.ac.id yang
bertujuan untuk menanggulangi sampah plastik sekali pakai yang sulit untuk di
uraikan oleh tanah dan air.
C.
PEMBAHASAN
Dalam
artikel ini disebutkan rata-rata jumlah sampah yang ada di Kota Surakarta
perhari diatas 200 ton, jika memasuki perayaan hari besar seperti hari raya
idul fitri ataupun perayaan hari besar agama lain, sampah juga akan naik secara
signifikan. Dengan adanya kenaikan sampah yang secara signifikan tersebut, maka butuh
perhatian khusus dari institusi dan instansi pemerintahan sebagai contoh kepada
masyarakat luas. Dalam program pengurangan sampah yang dilakukan oleh lembaga
pemerintahan Kemenristekdikti dapat menjalankan Instruksi Menristekdikti Nomor
1/M/INS/2019 tentang Larangan Air Minum Berbahan Plastik Sekali Pakai dan/atau
Kantong Plastik. Instruksi ini sebgai bentuk tindak lanjut dari gerakan
Indonesia Bersih yang diluncurkan oleh Kemenko Kemaritiman dan Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH), dengan tujuan pengurangan sampah plastik,
dan tambahan fasilitas penunjang sangat diperlukan. Seperti pengisian air minum
atau SPAM air, pengurangan penggunaan spanduk, backdrop, baliho, dan media iklan lain yang berasal dari bahan
dasar plastik. Dan perguruan tinggi dapat menerapkan program green campus terutama dalam penanganan
sampah plastik di lingkungan kampus agar kampus menjadi sehat dan bersih. Green campus merupakan sistem
pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang ramah lingkungan serta
melibatkan warga kampus dalam aktivitas lingkungan yang dapat memberikan
manfaat positif bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Terdapat berbagai pilar
di dalam program green campus, salah
satunya adalah Waste atau yang
dimaksud dengan pengolahan dan pemilahan sampah dengan seruan untuk tidak
menggunakan botol kemasan plastik dan
menggantinya dengan botol tumblr,
tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai dan menggantinya dengan tas totebag, dan lain sebagainya. Hal ini
membuat mahasiswa Universitas Sebelas maret Surakarta membuat inovasi baru
dengan pembuatan tas plastik biodegradable
dengan menggunakan modifikasi limbah plastik polipropilena dengan pati dari limbah kulit pisang, kitosan, dan pecahan limbah genteng sokka menjadi material komposit (PP/PATI/KIT/GLIS/MMt) biodegradable yang kuat dan tahan bakar yang
diunggah pada laman resmi milik Universitas Sebelas Maret Surakarta https://jurnal.uns.ac.id dan mahasiswa dari
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam membuat inovasi Bioplastik Ramah
Lingkungan dengan memanfaatkan Eichhornia crassipes dan artikel ini dapat
diakses di laman https://fmipa.uns.ac.id bioplastik
ini di beri nama B-CAN (Bioplastics-based
on Cellulose Acetate Nanofiber) berwarna bening, lentur, dan mudah terurai
dengan lingkungan yang berair ataupun di tanah.
D.
KESIMPULAN
Artikel
diatas dapat disimpulkan bahwa semakin hari semakin banyak sampah plastik yang
terbuang dan susah untuk diuraikan dalam tanah maupun di dalam air. Inovasi
yang dilakukan mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta ini sedikit banyak
membantu pengurangan sampah plastik yang terbuang dan susah terurai tersebut, sehingga
membuat bumi lebih terjaga.
Komentar
Posting Komentar